Saat Kirab Bedhol Pusaka Warnai Malam 1 Suro, Kades Nglayang Bawa Angking Cinde Puspito

Foto : Saat Kirab Bedhol Pusaka, Kades Nglayang Bawa Angking Cinde Puspito, Senin (15/6/2026).

PONOROGO I nglayangdesaku.id – Suasana khidmat menyelimuti Ponorogo menjelang malam 1 Suro. Dalam rangkaian tradisi Grebeg Suro, lima pusaka agung milik daerah dikirab menuju kawasan Kota Lama melalui prosesi Bedhol Pusaka yang berlangsung pada Senin (15/6/2026).

Kelima pusaka yang dikirab yakni Songsong Kiai Tunggul Wulung, Tombak Kiai Tunggul Nogo, Angking Cinde Puspito, Kiai Pamong Angon Geni, serta Tombak Kiai Bromo Geni. Pusaka-pusaka tersebut diberangkatkan dari Pringgitan Rumah Dinas Bupati menuju Kompleks Makam Bathoro Katong yang menjadi salah satu pusat sejarah berdirinya Ponorogo.

Prosesi berlangsung dengan penuh kekhidmatan. Ribuan bergadha mengiringi perjalanan pusaka dengan berjalan kaki sambil menjalani tradisi topo bisu, yakni tidak berbicara selama kirab berlangsung sebagai bentuk laku prihatin dan penghormatan terhadap nilai-nilai spiritual serta warisan leluhur.

Sepanjang rute kirab, pada tangal 14 Juni 2026 malam, lampu penerangan jalan dipadamkan. Cahaya obor yang dibawa para pengawal pusaka menjadi satu-satunya penerang perjalanan. Suasana malam yang temaram menghadirkan nuansa sakral sekaligus menggambarkan kuatnya tradisi yang masih terjaga di Bumi Reog.

Di antara para pembawa pusaka, pada tanggal 15 Juni 2026 sore saat kirab, Kepala Desa Nglayang, Kecamatan Jenangan, Pujo Purnomo mendapat kehormatan membawa Angking Cinde Puspito dalam prosesi Bedhol Pusaka tersebut. Dengan mengenakan busana adat Jawa, ia berjalan bersama rombongan dari area Makan Betoro Katong Kota Lama menuju Paseban Alun-alun Ponorogo.

Pujo Purnomo Kepala Desa Nglayang, menyampaikan rasa syukur karena dapat turut ambil bagian dalam prosesi sakral yang menjadi kebanggaan masyarakat Ponorogo tersebut. Menurutnya, Grebeg Suro bukan hanya agenda budaya tahunan, tetapi juga sarana untuk memperkuat nilai kebersamaan, gotong royong, dan kecintaan terhadap warisan leluhur.

“Alhamdulillah, saya merasa bangga dan terhormat mendapat amanah membawa Angking Cinde Puspito dalam kirab Bedhol Pusaka malam 1 Suro ini. Semoga tradisi yang telah diwariskan para leluhur terus terjaga dan dilestarikan oleh generasi muda,” ujar Pujo Purnomo.

Ia berharap peringatan malam 1 Suro tahun ini membawa keberkahan bagi seluruh masyarakat Ponorogo, khususnya warga Desa Nglayang. Selain itu, ia juga berharap budaya adiluhung yang dimiliki Ponorogo dapat terus berkembang dan menjadi daya tarik bagi masyarakat luas tanpa kehilangan nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya.

“Semoga masyarakat Ponorogo selalu diberikan keselamatan, kerukunan, dan kesejahteraan. Kami juga berharap generasi muda semakin mencintai budaya daerah sehingga tradisi Grebeg Suro dan seluruh kearifan lokal Ponorogo tetap lestari sepanjang masa,” tambahnya.

Meskipun kirab berlangsung hingga larut malam, antusiasme masyarakat untuk menyaksikan prosesi tidak surut. Warga memadati sepanjang jalur yang dilalui rombongan guna menyaksikan secara langsung salah satu tradisi sakral yang menjadi bagian penting dari rangkaian Grebeg Suro Kabupaten Ponorogo.

  • Reporter : Media Center. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *